Digagalkan, Pengiriman 45 TKI Asal Jepara

Pengiriman 45 calon tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jepara ke Sarawak, Malaysia, digagalkan Resmob Polda Kalimantan Barat.  Sebab, keberangkatan mereka diduga ilegal. Mereka ditangkap karena tak memiliki dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan saat hendak bekerja ke Sarawak.
Mereka rencananya dikirim menggunakan jalur darat, tujuan ke Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong di Kabupaten Sanggau, baru-baru ini.

Pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara belum bisa memberikan penjelasan terkait penangkapan 45 calon TKI itu.
Kasi Penempatan pada Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinsosnakertrans Jepara, Hasyim mengatakan, pihaknya tidak merasa mengeluarkan rekomendasi 45 orang tersebut.
’’Kami belum mendapat surat resmi pemberitahuan soal penangkapan warga Jepara. Kami baru tahu setelah Anda telepon,’’ jelasnya.
Meski demikian, Hasyim akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan terhadap calon TKI tersebut.
’’Besok (hari ini-Red) kami akan berkoordinasi untuk langkah selanjutnya, meskipun dikabarkan setelah dimintai keterangan polisi dan ditampung di Dinas Sosial Kalbar akan dikembalikan ke Jepara,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia, permasalahan itu sudah masuk ranah polisi yang berarti ranah hukum.
Dia menambahkan, saat ini pengiriman calon TKI dilakukan secara online , sehingga kemungkinan penyimpangan lebih kecil. Dengan demikian, pengiriman tenaga kerja tidak bisa melangkahi dinas kabupaten tempat tinggal calon TKI tersebut.
’’Kami merasa tidak ada permintaan rekomendasi sebanyak 45 orang yang tertangkap di Kalbar itu,’’ tuturnya.

Menurut dia, rekomendasi resmi saat ini paling banyak ke Singapura dan Taiwan.
Hak Rekrut

Ketika ditanya keberadaan PT Nayaka Kaliana Pati yang dikabarkan sebagai Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan 45 orang itu, Hasyim mengatakan, perusahaan itu tak memiliki hak rekrut di Jepara.
Dia mengatakan, di Jepara ada 27 PPTKIS yang punya hak rekrut dan tujuh di antaranya memiliki kantor di Jepara.
Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, kembali mengamankan sebanyak 11 calon TKI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang diduga masih di bawah umur.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar mengatakan, pihaknya juga mengamankan Nurkolis calo atau perekrut sebanyak 45 TKI asal Jepara. Pihaknya juga sudah memeriksa lima sopir taksi yang membawa 45 calon TKI itu.(H75,ant-71) – suara merdeka.com

Tentang Kak Totok

Kak Totok seorang anggota Pramuka Jepara, Ketua SAR Jepara, Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Jepara, Ketua Pengelola Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Anggota ORARI Lokal Jepara NP : YC2TVT. Bekerja di Pemda Jepara sebaga Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Jepara.
Pos ini dipublikasikan di Jepara dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s