Soal pembentukan PT Laskar Kalinyamat

Ketua Umum Persijap (Jepara), H Ahmad Marzuqi mengaku belum mengetahui secara mendetail atas hal-hal yang bersifat teknis terkait dengan pembentukan PT Laskar Kalinyamat. Marzuqi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Jepara menyatakan, hanya beberapa kali diberitahu tentang rencana pembentukan PT tersebut.

Pernyataan ini disampaikanya kepada Wawasan, Jumat (14/11) malam terkait dengan dibentuknya PT Laskar Kalinyamat oleh manajemen Persijap. Dikatakan juga oleh Marzuki, dirinya juga belum mengetahui bagaimana status kepengurusan Persijap yang saat ini diketuainya. Jika memang sudah ada PT Laskar Kalinyamat sebagai pemilik Persijap, maka konsekuensinya kepengurusan Persijap di bawah kendalinya seharusnya tidak ada lagi.

’’Soal ini saya malah belum mengetahui secara persis. Beberapa kali saya memang sempat diberi tahu tentang rencana pembentukan PT. Tapi bagaimana teknisnya, saya malah belum mengetahuinya secara detail,’’ ujarnya kepada Wawasan.

Marzuqi menambahkan, akan segera meminta penjelasan mengenai hal ini kepada manajemen Persijap. Dengan bergurau, Ahmad Marzuqi menyatakan dirinya sebenarnya justru senang jika akhirnya sudah ada PT yang akan mengurusi Persijap. Sebab dengan demikian, dirinya tidak lagi terbebani dengan masalah Persijap.

Sementara itu, Ahmad Gunarto, salah seorang tokoh sepakbola Jepara memberi saran, masalah PT Laskar Kalinyamat hendaknya segera dijelaskan kepada seluruh klub anggota Persijap. Gunarto yang juga salah satu pengurus klub anggota Persijap ini mengaku tidak pernah diajak berembug secara mendetail mengenai pembentukan PT Laskar Kalinyamat ini.

’’Seharusnya Persijap dalam hal ini mencontoh Persebaya (Surabaya) atau PSIS (Semarang). Pembentukan PT dalam hal ini harus melibatkan klub-klub anggotanya. Keterlibatan tersebut bisa dilakukan dengan kepemilikan saham atas PT tersebut oleh klub-klub anggota,’’ ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang anggota pengurus Persijap sendiri. Anggota pengurus Persijap yang tidak mau disebutkan namanya mengaku tidak tahu menahu tentang pembentukan PT. Sejauh ini tidak ada rapat pengurus membahas masalah ini. Melihat pentingnya persoalan, tentunya harus ada rapat yang sifatnya luar biasa atau istimewa.

Sumber ini juga menduga, bisa jadi manajemen Persijap menangkap salah soal keharusan membentuk badan hukum yang disyaratkan oleh BLI (Badan Liga Indonesia). Pembentukan badan hukum, dalam hal ini bukan semata-mata Persijap sekadar membentuk badan hukum yang menjadi bagian dari organisasi Persijap yang ada saat ini. Namun BLI dalam hal ini meminta semua klub anggotanya untuk benar-benar berubah menjadi klub profesional yang ditandai dengan adanya badan hukum. Ketika sudah ada badan hukum maka Persijap yang amatir sudah tidak ada lagi.

’’Terus terang saya tahu malah dari koran. Seharusnya memang ada rapat pengurus untuk membahas soal ini secara serius. Selain itu, pembentukan PT seharusnya tidak dilakukan oleh Manajemen Tim Persijap. Secara hirarki, Manajemen Persijap dibawah Pengurus Persijap yang saat ini ada. Seharusnya ini harus melalui sebuah Musyawarah Luar biasa Pengurus Persijap dan Klub-Klub Anggota. Sebab ini menyangkut peralihan status Persijap dari klub amatir menjadi klub profesional,’’ ujar Anggota Pengurus Persijap yang tidak mau disebutkan namanya ini. (Wawasan)

Tentang Kak Totok

Kak Totok seorang anggota Pramuka Jepara, Ketua SAR Jepara, Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Jepara, Ketua Pengelola Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Anggota ORARI Lokal Jepara NP : YC2TVT. Bekerja di Pemda Jepara sebaga Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Jepara.
Pos ini dipublikasikan di Jepara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s