Pembentukan PT seperti dagelan

Menanggapi kontroversi pembentukan PT Laskar Kalinyamat, Wakil Sekretaris Tim Persijap, Nurjamil menyatakan, langkah tersebut merupakan langkah darurat.

Menurut dia, kewenangan membentuk badan hukum yang menjadi titik tolak perubahan status Persijap dari amatir menjadi profesional, seharusnya memang dilakukan oleh pengurus Persijap. Namun karena situasi mendesak, akhirnya manajemen Persijap melakukan langkah tersebut.

Sesuai dengan surat dari BLI, setiap klub Superliga paling lambat pada bulan Desember setidaknya sudah harus memproses status badan hukumnya di Depkumham. Jika tidak, maka BLI akan mendegradasi klub yang bersangkutan.

’’Langkah ini ibarat nututi layangan pedhot. Persijap harus secepatnya memenuhi proses ini. Karena sudah ada kesepakatan dari klub-klub pada saat Musda beberapa waktu lalu, akhirnya Manajemen membentuk PT Laskar Kalinyamat,’’ ujar Nurjamil, Minggu (16/11).

Dikatakan juga oleh Nurjamil, setelah mendapatkan pengesahan dari Depkumham, Manajemen akan melaporkan ke Pengurus Persijap, mengenai langkah tindak lanjutnya. Terutama menyangkut keterlibatan dari elemen Persijap, terhadap pengelolaan PT yang sudah ada. Hal ini menurutnya tidak ada masalah karena bisa dilakukan perubahan AD/ART di dalam PT.

Seperti dagelan
Sementara itu, Isnandar, salah satu pembina klub anggota Persijap, menyatakan tidak mengerti dengan langkah yang ditempuh Persijap. Menurutnya, jika Persijap memang serius ingin tetap berada di Superliga, pembentukan PT Laskar Kalinyamat tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak membumi.

Pembentukan PT ini, kata dia, seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan orientasi yang jauh ke depan. Tidak hanya ’asal-asalan’ yang kesannya malah seperti dagelan.

Isnandar juga mengakui, dalam Musda Persijap, seluruh anggota memang sepakat membentuk sebuah badan hukum. Namun bentuknya apa, struktur organisasinya bagaimana, dan siapa yang akan duduk sebagai pengisinya, tetap harus dilakukan dengan melibatkan klub-klub dan elemen Persijap secara keseluruhan. Mengingat hal ini berkait erat dengan perubahan status dari amatir ke profesional.

’’Klub-klub lain mempersiapkan peralihan status ini dengan keseriusan tinggi. Orientasinya jelas bisa membentuk sebuah tim yang profesional, tanpa menghilangkan esensinya sebagai klub milik publik. Jangan hanya membentuk PT dengan orientasi hanya untuk memenuhi syarat BLI.’’

’’Seharusnya pembentukan PT ini juga berorientasi pada bagaimana nasib Persijap setelah musim ini, di mana kemungkinan dana APBD sudah tidak bisa lagi diterimakan,’’ ujarnya, Minggu (16/11). ( wawasan)

Tentang Kak Totok

Kak Totok seorang anggota Pramuka Jepara, Ketua SAR Jepara, Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Jepara, Ketua Pengelola Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Anggota ORARI Lokal Jepara NP : YC2TVT. Bekerja di Pemda Jepara sebaga Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Jepara.
Pos ini dipublikasikan di Persijap dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s