SD Bumiharjo I Keling Jepara, Kelas rusak, murid belajar di gudang

Sekitar 120-an murid di SDN Bumi Harjo I sejak dua tahun belakangan ini harus belajar di bawah bahaya. Kondisi gedung sekolah mereka memprihatinkan karena sudah tua. Dua lokal kelas, masing-masing untuk kelas 1 dan 2, bahkan sudah tidak bisa digunakan lagi. Mereka akhirnya harus belajar di bangunan yang sebelumnya dijadikan gudang sekolah.

Ketua Komite Sekolah, Hadi Sucianto (45) kepada Wawasan menyatakan, pihak sekolah sudah sejak tahun 2006 mengajukan bantuan DAK pendidikan untuk merenovasi. Namun pada kenyataannya, sampai tahun 2008 ini, DAK pendidikan tidak kunjung diterima oleh sekolahnya. Akhirnya, komite sekolah mengirimkan surat kepada Bupati dan Dinas P dan K, Rabu (22/10).

“Dua lokal kelas sudah tidak bisa dipakai lagi karena dindingnya berlubang dan retak- retak. Kusen-kusen dan kayunya juga sudah keropos. Dua lokal kelas yang tersisa masih digunakan, namun pada saat musim hujan nanti akan kami hentikan,” ujar Hadi Sucianto, Rabu (22/10), di Jepara.

Menurut Hadi Sucianto, gedung yang berdiri sejak 1969 tersebut sampai saat ini belum pernah direnovasi. Gudang yang saat ini disingget dengan triplek yang digunakan untuk kelas 1 dan 2, merupakan bekas kantor guru. Sekitar tahun 80-an ada penambahan gedung sebanyak empat lokal, yang saat ini digunakan untuk kelas 4,5,6 dan ruang kantor.

Swadaya masyarakat
Semula gedung ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 2.500 m, yang disumbangkan oleh salah seorang tokoh masyarakat. Kondisinya yang memprihatinkan membuat khawatir para pengelola sekolah pada musim hujan mendatang. Bahkan Sucianto menyatakan akan memindahkan kelas 1 dan 2 di ruang tamu rumahnya jika musim hujan sudah datang.

“Saya dulu juga sekolah di SD ini. Namun sampai saya menjadi Ketua Komite belum pernah ada kegiatan renovasi. Saya juga heran, kenapa SD-SD lain yang kondisinya lebih baik, saat ini sudah mendapatkan DAK dan dipugar,” keluhnya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas P dan K Jepara, Drs Bunadji saat dikonfirmasi menyatakan, sudah meminta kepala ranting P dan K setempat untuk mengeceknya. Jika memang kondisinya seperti itu, pihaknya akan segera memberikan prioritas. Namun yang pasti, untuk alokasi DAK Pendidikan 2008 ini, tidak mungkin diberikan karena sudah berjalan kegiatannya. ( Sumber : Wawasan )

Tentang Kak Totok

Kak Totok seorang anggota Pramuka Jepara, Ketua SAR Jepara, Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Jepara, Ketua Pengelola Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Anggota ORARI Lokal Jepara NP : YC2TVT. Bekerja di Pemda Jepara sebaga Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Jepara.
Pos ini dipublikasikan di Jepara dan tag , , , , . Tandai permalink.