Pesta Lomban Terganggu Hujan

Rabu 10 Oktober 2008, pesta lomban yang berlangsung dan dipusatkan di Pantai Kartini, benar-benar menjadi magnet kunjungan wisata. Salah satu aktivitas yang menarik dan masih dipertahankan nelayan sehingga bisa menambah daya tarik orang berkunjung adalah larung sesaji berupa kepala kerbau.

Ribuan warga Jepara Rabu 10 Oktober 2008, mengikuti pesta lomban yang merupakan bagian dari tradisi tahunan Syawalan. Puncak Syawalan itu dimeriahkan dengan larung sesaji ke laut dan perang ketupat yang dilakukan masyarakat nelayan.

Didahului doa-doa, sesajen kemudian dilarung di tengah laut. Sontak para nelayan terjun ke laut saling berebut sesajen. Sebagian nelayan mengambil air laut tempat sesajen dilarung untuk disiramkan ke perahunya agar ikan tangkapan mereka melimpah.

Kemeriahan belum usai. Saat perang klepet dan ketupat, para nelayan melemparkan makanan itu ke para penumpang sebuah kapal yang baru merapat di pelabuhan. Meski kaget dan sebagian terkena lemparan tidak ada penumpang kapal yang marah mendapat serangan mendadak ini.

Perang klepet ketupat menggambarkan konflik antarmasyarakat pada zaman penjajahan yang kemudian dilerai pemimpin masyarakat saat itu. Rebutan tumpeng yang disusun klepet dan ketupat mengakhiri pesta lomban. Warga berdesak-desakan untuk mendapatkan ketupat.

Pesta lomban adalah bagian dari tradisi tahunan Syawalan yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri. Konon pesta lomban ini dimulai sejak tahun 1883

Mereka yang datang tidak hanya datang dari Jepara saja, tetapi masyarakat dari kabupaten tetangga juga banyak berdatangan ke tempat itu. Seperti Kudus, Demak, Semarang, Grobogan dan Pati.

Bagi warga Jepara sendiri sebenarnya menyempatkan diri untuk menikmati suasana lomban di Pantai kartini maupun Pantai Bandengan selepas waktu ashar, sehingga semakin sore pengunjung semakin padan, namun sayang sekali pada pesta lomban Rabu kemaren hujan cukup deras mengguyur kedua obyek wisata tersebut, sehingga pengunjung yang akan datang ke Pantai Kartini maupun Bandengan menjadi malas, disamping para engunjung yang telah datang lebih awal berhamburan berteduh lalu pulang meninggalkan obyek wisata yang belum tuntas mereka nikmati.

Tentang Kak Totok

Kak Totok seorang anggota Pramuka Jepara, Ketua SAR Jepara, Ketua Bidang Abdimas Humas Kwarcab Jepara, Ketua Pengelola Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Anggota ORARI Lokal Jepara NP : YC2TVT. Bekerja di Pemda Jepara sebaga Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Jepara.
Pos ini dipublikasikan di Jepara dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s