Alklhamdulillah ……….. Allahu Akbar !!

Assalamu’alaikum ……..

Terima kasih kawan telah mampir di Site ini, artinya terjalinlah tali silaturiohmi diantara kita kita, semoga allah memelihara persahabatan kita, amien ..

Tukar pengalaman saling beri dan terima kabar, saling grenang-greneng atau mungkin kasak kusuk , ngobrol ngalor ngidul bak jagongan di Pos Ronda kita makin akrab dan paham bahwa di dunia ini kita nggak sendirian.

Berkarya, makan dan menghirup udara Jepara serta membina keluarga di Jepara terasa tenteram dan damai, Jepara yang mempunyai multi potensi turut mendukung susana yang adem ayem, salah satu potensi unggulan di Jepara adalah  pariwisata.

Sekaligus saya  bisa membantu kawan-kawan yang ingin memperoleh informasi tentang Jepara.

Wassalam.

kak Totok

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | 2 Komentar

Karimunjawa Kabupaten Jepara Dijanjikan Listrik Hybrid

Masyarakat Karimunjawa mendapatkan janji manis dari Pemerintah, berupa rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid, yang menggabungkan tenaga angin dan matahari. Jika rencana ini kesampaian, kebutuhan listrik di Karimunjawa diharapkan bisa terlayani 24 jam nonstop.

 Camat Karimunjawa Nuryanto menyatakan, Kementerian ESDM dalam waktu dekat akan mengunjungi Karimunjawa, namun kapan pastinya pihaknya masih belum bisa memastikan termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik mesin diesel dan sel surya ini juga belum jelas.

 “Kami hanya sudah diberitahu tentang hal ini dari ESDM Jepara. Tentu saja, rencana ini masih harus melalui beberapa tahapan. Jadi kapan akan dimulai, itu yang masih belum bisa dipastikan,” ujar Nuryanto, Jumat (31/8).

Rencana yang disodorkan tersebut, menurut Nuryanto, mengharuskan adanya ketersediaan lahan seluas 3 hektar. Lahan ini, lanjutnya, untuk menempatkan sel surya yang bisa menyerap sinar matahari dan diubah menjadi tenaga listrik serta kincir penangkap angin yang bisa digunakan untuk menggerakkan generator pembangkit listrik . (wawasan)

Dipublikasi di Jepara | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Pesta Lomban 2012

Hari kedelapan setelah lebaran, saatnya puncak acara pesta lomban, Pesta lomban di jepara khususnya, dan kawasan pantura pada umumnya, tidaklah terlalu banyak berbeda pada essensinya. Yang beda adalah pengembangannya. Di Jepara, pesta lomban terdiri dari 3 tahap, yaitu sedekah laut (pelarungan kepala kerbau), festival kupat lepet (perang ketupat) dan pesta lomban sendiri, dimana semua orang tumpah ruah di 3 pantai utama jepara, yaitu pantai Kartini, pantai Bandengan, dan Pantai Benteng Portugis. Menurut sejarah dan tradisi turun-temurun, semua kegiatan dipusatkan di pantai Kartini.

Pesta Lomban 2012 dimulai dari tanggal 19-26 Agustus 2012 dan banyak pedagang baru menggelar lapak di sana. Suasana jalan  selalu ramai kendaraan.

Sudah menjadi Agenda Pariwisata di Jepara, seminggu setelah Idul Fitri, atau tepatnya 8 Syawal akan ada pesta rakyat Jepara. Berpusat di Pantai Kartini, Pesta Lomban tahun ini akan digelar bertepatan dengan hari Minggu tanggal 26 Agustus 2012. Rangkaian acara biasanya dimulai dengan wayang kulit malam sebelumnya, kemudian puncaknya pada keesokan harinya, dimulai dengan “ritual” Larung Kepala Kerbau. Untuk puncak kegiatan pada tanggal 26 Agustus 2012 ini, rangkaian acara dimulai dari jam 06.00 WIB.

Sesaji larunganSetelah acara seremonial yang berlangsung di TPI Jobokutho selesai maka dilanjutkan dengan pelarungan sesaji berupa kepala kerbau yang dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Bapak Ahmad Marzuki dengan menumpang perahu nelayan. ratusan perahu nelayan turut mengiring acara pelarungan di tengah laut selepas P Panjang termasuk KMP Muria yang turut serta ke tengah laut dengan membawa rombongan ibu-ibu dan masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi larungan. Saat kepala kerbau dilarung para nelayan mencebur ke laut berebut sesaji tersebut, maksud dari upacara pelarungan ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Alloh SWT, yang melimpahkan rizki dan keselamatan kepada warga masyarakat nelayan selama setahun dan berharap pula berkah dan hidayahnya untuk masa depan.

Tradisi pelarungan kepala kerbau ini dimulai sejak Haji Sidik yang kala itu menjabat Kepala Desa Ujungbatu sekitar tahun 1920. Upacara pemberangkatan sesaji kepala kerbau yang dipimpin oleh Bapak Bupati Jepara, sebelum diangkut ke perahu sesaji diberi do’a oleh pemuka agama dan kemudian diangkat oleh para nelayan ke perahu pengangkut diiringi Bupati Jepara bersama dengan rombongan. Sementara sesaji dilarung ke tengah lautan, para peserta pesta lomban menuju ke “Teluk Jepara” untuk bersiap melakukan Perang Laut dengan amunisi beragam macam ketupat dan lepet tersebut.

Selesai pelarungan semua perahu/ kapal yang turut ke tengah laut melanjutkan perjalanan menuu Pantai Kartini Jepara, diawali dengan memutar sebanyak 3 kali dan mencuci sebagian perahu mereka dengan menggunakan air laut disekita sesaji.

Pesta Lomban di Jepara pada awalnya adalah pestanya masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara, namun dalam perkembangan peasta ini telah menjadi milik masyarakat Jepara pada umumnya. Pesta ini merupakan puncak acara dari Pekan Syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal atau 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri.

Pesta lomban oleh masyarakat Jepara sering pula disebut sebagai “ Bakda / Bada Lomban “ atau Bakda / Bada Kupat . Disebut “ Bakda Kupat “ kasrena pada saat itu masyarakat Jepara merayakannya dengan memasak kupat dan lepet disertai rangkaian masakan lain yang lezat seperti : opor ayam, rendang daging, sambal goreng, oseng-oseng dan lain-lain.

 

 

 

Dipublikasi di Jepara | Meninggalkan komentar

Krisis Listrik Karimunjawa Diusulkan, Jaringan Bawah Laut dari Jepara

Kepulauan Karimunjawa semakin diminati masyarakat untuk berwisata. Persoalannya, pengembangan kawasan itu terkendala ketiadaan listrik. Selama ini listrik di Karimunjawa disuplai dari sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang kemampuan produksinya terbatas.

Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, pihaknya telah meminta perhatian pemerintah pusat mengenai permasalahan tersebut. Menurutnya, dibutuhkan jaringan bawah laut untuk mengalirkan listrik dari Jepara ke Karimunjawa.

’’Saya telah meminta agar dipasang jaringan listrik bawah laut dari Jepara,’’ kata Bibit, Jumat (24/8).

Menurutnya, usulan tersebut sedang diproses. Bibit menargetkan proyek tersebut dapat dimulai pada 2013. Bila energi listrik tercukupi, maka kawasan Karimunjawa akan lebih berkembang untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Gubernur menyatakan, akan sekuat tenaga mewujudkan proyek tersebut, karena potensi Karimunjawa sangat besar. Setiap tahun kunjungan wisatawan meningkat. Hal itu juga terlihat selama libur Lebaran tahun ini. ’’Peminatnya meningkat tajam, karena laut di Karimunjawa masih bagus, tak ada limbah ataupun pencemaran laut,’’ ujarnya.

Pengembangan Bandara

Sebelum ini, Pemprov telah berupaya meningkatkan potensi Karimunjawa, antara lain melalui pengembangan Bandara Dewandaru. Panjang landasan yang semula 680 meter ditambah menjadi 960 meter. Jika sudah jadi, bandara itu bisa didarati pesawat dengan kapasitas 30 kursi.

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Yahya Haryoko mendukung langkah-langkah untuk mengatasi krisis listrik di Karimunjawa. Sebagai destinasi wisata nasional yang tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan (RIPKA), sangat ironis jika daerah itu mengalami krisis listrik.

’’Kalau dibiarkan terus, maka secara tidak langsung akan membangun kesan yang buruk. Saya khawatir itu akan membahayakan program Visit Jateng, karena wisatawan akan takut datang,’’ ujarnya. ( Suara Merdeka )

 

 

 

Dipublikasi di Jepara | Meninggalkan komentar

Coba merebut pasar sangkar burung, Ali Jepara pun bikin kreasi

SangkarKetatnya persaingan pasar sangkar burung tidak membuat para perajin sangkar pesimis. Berbagai kreasi baru diciptakan dan cakupan pasar pun dikembangkan. Mau tidak mau, mereka pun harus menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.

Demi memenuhi kebutuhan pasar itu pula, para perajin dituntut makin kreatif membuat sangkar burung dengan berbagai model dan bentuSalah satu produsen sangkar burung hias ini adalah Ali Ridwan di Jepara, Jawa Tengah. Ia mulai fokus menekuni usaha pembuatan sangkar burung sejak setahun terakhir.

Menurutnya, membuat sangkar burung hias membutuhkan keterampilan dalam membuat desain yang unik-unik. Proses pembuatannya bisa memakan waktu seminggu. Adapun bahannya terdiri dari kayu dan logam. “Kayunya kami pakai jati dan mahoni,” ujar Ali.

Selain desain sendiri, ia juga menerima desain atau model berdasarkan pesanan pembeli (custom). Hingga saat ini, Ali sudah menghasilkan aneka bentuk sangkar burung, seperti berbentuk kubah masjid, istana kerajaan, serta sangkar menyerupai rumah-rumah gaya klasik dan modern.

Sangkar burung buatan Ali terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari 60 centimeter (cm) x 60 cm dengan tinggi 75 cm. Lalu ada juga dengan ukuran 75 cm x 75 cm dengan tinggi 1,2 cm.

Sangkar tersebut dibanderol mulai Rp 1,4 juta – Rp 2,5 juta. “Harganya tergantung tingkat kerumitan bahan bakunya,” jelas Ali. Jika pembeli meminta sangkar burungnya dilengkapi kaki, harganya lebih mahal lagi. Sementara cat yang digunakan adalah cat semprot dan warnanya sesuai dengan pesanan pelanggan.

Dalam sebulan, rata-rata Ali mendapatkan order 25 sangkar. Dari order tersebut, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 50 juta per bulan dengan laba 20%. “Kalau pesanannya banyak, omzetnya bisa di atas Rp 50 juta,” beber Ali.

Pemain lain di usaha sangkar burung hias adalah Muhammad Machrus, juga asal Jepara, Jawa Tengah. Ia baru terjun ke usaha ini pada Maret 2012. Sebelumnya, ia menjadi perajin cermin hias.

Ia beralih ke usaha ini karena, peluang bisnis sangkar burung hias lebih bagus. Menurutnya, banyak penggemar burung kicau rela merogoh duit hingga jutaan rupiah untuk membeli sangkar atau kandang. Insting bisnis Machrus memang tidak keliru.

Kendati terjun ke usaha ini baru kemarin sore, ia mengaku sudah memiliki pelanggan di Jakarta dan Bali. Kebanyakan pelanggannya ini berasal dari komunitas pecinta burung. “Saya memasarkan kandang burung ini lewat online,” ujarnya.

Machrus mengaku, bisa membuat aneka bentuk sangkar burung custom. Oleh para komunitas pecinta burung, sangkar hias ini kebanyakan dipakai buat kontes atau lomba.

Sebagai sangkar kontes, tampilan kandang harus dibuat semenarik mungkin karena ikut dinilai dewan juri. Makanya, sangkar hias kini semakin marak di pasaran. “Pemain di bisnis ini cukup banyak dan persaingannya pun cukup ketat,” ujarnya.

Untuk memenangkan persaingan, ia pun rutin merilis model sangkar dengan bentuk dan motif terbaru setiap bulannya. Paling banyak sangkar buatannya menggunakan motif gambar hewan-hewan, seperti naga. “Motif ini paling banyak dicari,” kata Machrus.

Menurutnya, untuk menemukan motif-motif terbaru dalam pembuatan sangkar burung ini diperlukan kreativitas dan jiwa seni. Ia mengaku, hal itu tidak mudah bagi para perajin sangkar burung. “Menemukan inovasi dan pengembangan produk sangkar bukanlah sesuatu yang mudah,” ujar Machrus.

Selain memperbanyak motif, sebagai pendatang baru, Machrus juga masih membanderol murah sangkar buatannya. Setiap sangkar dihargai Rp 2,5 juta per pieces. Padahal, harga standarnya sekitar Rp 3 juta. “Jadi sudah saya ada potongan harga 20%,” tuturnya.

Dalam sebulan, ia bisa menjual 15 sangkar dengan omzet mencapai Rp 10 juta per bulan. Adapun laba bersih yang diterimanya sekitar 20% dari omzet. (kontan.co.id)

Dipublikasi di Jepara | Tag , , , | 1 Komentar

Mikbar kayu jatiBulan Ramadan membawa berkah bagi sejumlah perajin mimbar ukir di Jepara, Jawa Tengah. Omset penjualan meningkat hingga 30 persen seiring dengan pesanan yang membanjir.

Mimbar buatan Jepara sangat istimewa. Bahannya terbuat dari kayu jati yang kuat. Variasi motifnya berbentuk kaligrafi. Itulah yang menarik minat konsumen lokal maupun mancanegara. Mimbar ukir di Bumi Kartini itu terkenal hingga ke negeri jiran Malaysia, Brunai, bahkan beberapa negara muslim di Timur Tengah.

Maskun, seorang perajin mimbar, mengaku mendapat banyak pesanan. Pada hari hari biasa, pesanan datang dari konsumen lokal seperti kota kota besar di Indonesia. Saat Ramadan, pesanan didapat dari sejumlah negara Muslim seperti Iran dan Arab Saudi.

Proses pembuatan mimbar ukir berukuran 1 x 1,5 meter membutuhkan waktu sekitar 3 hari. Sementara untuk ukuran besar 2 x 1,5 meter memerlukan waktu kurang lebih satu minggu. Proses pembuatan mimbar memang lama karena butuh ketelitian tinggi dan ketekunan untuk membuat ornament ukiran kaligrafi yang dipahat pada kayu jati. Sehingga mimbar ukir yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi.

Pada proses akhir, mimbar ukir sengaja tidak dicat atau hanya difernis agar kesan kayu jati tetap nampak. Itulah yang menimbulkan nilai seni tinggi tanpa meninggalkan kesan Islami. Mimbar dan podium ukir tersebut dibandrol dengan harga Rp12 juta untuk ukuran kecil dan Rp20 juta untuk ukuran besar.

Mimbar menjadi elemen penting di dalam masjid. Umumnya dibuat dari kayu dan digunakan untuk sarana dakwah, khotbah, atau ceramah para Khotib. Pada Ramadan, kegiatan pengajian dan ceramah maupun siraman rohani di masjid-masjid kian ramai. Maka tak jarang, para pengurus masjid semakin giat mempercantik masjidnya dengan berbagai ornamen, termasuk mimbar atau podium yang digunakan untuk berdakwah.(Udin Ali Nani/***)

 

 

 

Dipublikasi di Jepara | Tag , , | Meninggalkan komentar

Pesta Lomban Digelar Sesuai Tradisi

Ir. Sholih - Sekda JeparaPesta lomban dulu merupakan tradisi nelayan jepara,tetapi sekarang sudah menjadi tradisi umum kota jepara. pesta ini diselenggarakan  1 minggu setelah hari raya Idul Fitri, pesta lomban juga bertepatan dengan bodo kupat atau orang jepara sering menyebutnya KUPATAN, yaitutradisi berbagi kupat/ketupat merupakan nasi yang dibungkus dengan daun kelapa sedangkan lepet adalah ketan yang dibungkus dengan daun kelapa juga rasanya yang pasti harus dicoba.

Dalam pesta lomban berarti juga bahwa masyarakat mengadakan lomba-lomba rakyat misalnya lomba panjat pinang , makan kerupuk, lomba pecah botol dll.

Sekarang ini pesta lomban sudah dikenal dari luar jepara, dari wilayah-wilayah sekitar jepara misalnya Demak,kudus,Pati, Rembang, Semarang dll. Sudah menjadi tradisi buat mereka setiap pesta lomban mereka selalu berbondong-bondong datang ke Jepara.lomba ini bertujuan untuk menambah rasa kebersamaan masyarakat dan juga untuk meramaikan acara lomban tersebut.

Sekretaris Saerah Jepara Ir.  Sholih sebagaimana diberitakan  diberitakan Suara Muria menyatakan  bahwa pelaksanaan pesta lomban  di Jepara akan menunggu hingga penetapan Idul Fitri dari Pemerintah, pihaknya tidak ingin mengulang pelaksanaan tahun lalu karana tetap mengacu pada rencana awal  sehingga lomban tidak jatuh pada 7 hari setelah lebaran, tetapi tetap 6 hari setelah lebaran tepatnya tanggal 8 Syawal.

Dipublikasi di Jepara | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Tiga Kapal Disiapkan Untuk Arus Mudik Lebaran Jepara-Karimunjawa

Kapal Motor Penumpang MuriaKepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Jepara Sururi mengatakan, tiga kapal untuk rute penyeberangan Pelabuhan Jepara-Karimunjawa akan disiapkan di pelabuhan setempat guna melayani lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran.

“Berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan sejumlah pihak terkait, termasuk pengelola ketiga kapal tersebut, pada saat arus mudik Lebaran ketiga kapal tersebut akan disiagakan, meskipun tidak ada jadwal penyeberangan,” ujarnya di Jepara, Kamis.

Kesepakatan tersebut, katanya, diperoleh setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Jepara, Dishubkominfo Provinsi Jateng, dan PT Pelayaran Sakti Inti Makmur.

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan tersebut, Kapal Motor Penumpang Muria, Kapal Motor Cepat Kartini I, dan KM Express Bahari 9 akan disiapkan di pelabuhan setempat.

“Artinya, ketika ada penumpang yang tidak terangkut, maka kapal yang tidak memiliki jadwal penyeberangan harus bersedia melayani penyeberangan agar tidak ada calon penumpang yang terlantar karena belum terangkut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut ditempuh, salah satunya karena KMP Muria tidak mungkin menambah jadwal penyeberangan ke Karimunjawa maupun sebaliknya.

Selain itu, kata dia, Pelabuhan Karimunjawa juga masih minim penerangan, sehingga kurang mendukung ketika ada kedatangan KMP Muria pada malam hari. (ANTARA)

Dipublikasi di Jepara | Tag , , , | Meninggalkan komentar